Cuma sahabat yang mau menerima kembali saat kita sudah mulai terpuruk. Cuma mereka yang mau membuka pelukan yang lebar saat kita kembali padanya dengan uraian air mata dipipi kita. Cuma mereka yang mau jadi tukang lap sementara saat air mata kita kaluar dari sumberya, karena hati kita yang sedang terluka.
Meraka yang kita lupakan, saat kita bahagia dengan kehidupan kita yang baru.Dan mereka tempat kita kembali saat kehidupan yang baru itu melepas kita dengan begitu saja.
Sahabatlah yang dapat membantu kita dalam hal yang terbaik untuk dipilih, selain Tuhan, orang tua, dan keluarga. Mereka yang tulus menyayangi kita dala keadaan apapun. ikut senang saat kita senang, dan ikut sedih saa kita sedih. Mendukung kita saat kita di atas, dan Mendorong kita saat kita jatuh dalam keterpurukan .
Mereka yang mampu merubah sedih kita menjadi senang, duka jadi suka, tangis jadi senyum . Walau kita sering membuat mereka kesal dengan kelakuan kita. Mereka selalu mencoba untuk sabar dan membiasakan diri mereka dengan sikap kita.
Tapi apa? Sudahkah kalian menghargai sahabat kalian? Sudahkah mencoba membalas kebaikan mereka? Atau kalian hanya bisa terdiam dengan keegoisan kalian? keegoisan yang tak pernah mengalah pada takdir! Takdir yang mengatakan bahwa kelakuan dan keegoisan kalian yang melepaskan mereka para sahabat kalian dari pelukan kalian.
"So, Hargai sahabat kalian, selagi mereka masih ada didekat kalian"
ACC: Cacing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar